
Table of Contents
Apa Itu Open Network (TON)?
Open Network (TON) disorot sebagai platform blockchain berkinerja tinggi dan dapat diskalakan, terkenal dengan arsitektur unik dan fitur canggihnya. Dikembangkan oleh pendiri Telegram, TON dirancang untuk menawarkan lingkungan terdesentralisasi untuk transaksi digital yang aman dan cepat. Desain inovatif dan kemampuannya membedakannya di dunia blockchain, bertujuan untuk menyediakan solusi transaksi digital yang dapat diskalakan dan cepat. Ikhtisar singkat ini merangkum tujuan inti TON dan kekhasan teknologinya.
Apa Itu Telegram?
Telegram, diluncurkan pada 2013, adalah aplikasi pesan populer dengan lebih dari 700 juta pengguna aktif pada April 2023. Dikenal karena kecepatan dan keamanannya, Telegram mulai menghasilkan uang melalui fitur premium dan iklan. Pada Desember 2022, Telegram premium, layanan berbayarnya, telah melampaui 1 juta pelanggan, menurut CEO Pavel Durov.
Perbedaan Antara TON dan Blockchain Lainnya
Bagi pengamat biasa, perbedaan antara TON dan blockchain populer seperti Ethereum atau Solana mungkin terlihat kecil. Misalnya, keduanya dapat menerbitkan token layer-2, dan mereka menawarkan kecepatan yang serupa untuk transaksi yang dijamin (hingga 6 detik untuk TON dan 6,4 detik untuk Solana). Namun, fitur menonjol TON adalah dukungannya untuk workchain dan sharding dinamis. Sistem ini berpotensi mendukung hingga 2^32 workchain, masing-masing dapat dibagi menjadi sebanyak 2^60 shardchain. Arsitektur ini memungkinkan komunikasi lintas shard dan lintas rantai yang hampir instan, berpotensi memungkinkan jutaan transaksi per detik.
Selain itu, TON membedakan dirinya dengan ekosistem yang kuat dan unik, termasuk TON Blockchain, TON DNS, TON Storage, dan TON Sites. Integrasinya yang erat dengan messenger Telegram memberikan akses ke basis pengguna yang besar, yang secara bertahap mengadopsi TON untuk berbagai penggunaan, seperti membayar Telegram Premium.
Smart contract yang telah diinisialisasi sebagai dompet dan telah menerima setidaknya satu transaksi. Sumber: tonstat.com
Apa Itu Sharding?
Sharding seperti membagi database menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola untuk mendistribusikan beban kerja. Dalam teknologi blockchain, ini membantu jaringan menangani lebih banyak transaksi dengan mengurangi beban pada setiap node. Pada dasarnya, dengan sharding, validator hanya perlu menangani data dari shard mereka yang spesifik, bukan seluruh blockchain. Ini membuat prosesnya lebih efisien dan dapat diskalakan.
Fitur Utama TON
- Struktur Blockchain Inovatif: Arsitektur multi-blockchain TON memungkinkan skalabilitas luar biasa dan kecepatan pemrosesan transaksi.
- Proof-of-Stake (PoS): TON menggunakan mekanisme konsensus PoS, meningkatkan efisiensi dan keamanan.
- Platform Fleksibel untuk Developer: TON mendukung pengembangan aplikasi terdesentralisasi (DApps) dan smart contract yang kompleks, menjadikannya ekosistem serbaguna untuk berbagai aplikasi.
Teknologi Unik TON
- TON Storage: TON menyediakan solusi penyimpanan file yang aman dan terdesentralisasi, meningkatkan integritas dan aksesibilitas data.
- TON Proxy: TON Proxy menawarkan alat untuk menjaga privasi dan anonimitas di jaringan.
- TON Services: Platform ini mendukung berbagai layanan, termasuk browsing terdesentralisasi dan DNS.
Toncoin: Gerbang Anda ke Alam Semesta TON
Toncoin, yang biasa disebut hanya sebagai TON, adalah cryptocurrency native dari The Open Network (TON). Jaringan ini dirancang dengan fokus pada peningkatan proses transaksi, menempatkan Toncoin di inti kerangka operasionalnya.
Tokenomics Toncoin
Total Suplai: Total suplai Toncoin dibatasi pada 5.099.358.667 token.
Jumlah Akun: Di jaringan TON, ‘akun’ mencakup semuanya dari dompet hingga NFT dan kontrak staking. Ada 3.951.015 akun, menunjukkan penggunaan jaringan yang luas dan beragam aplikasi.
Sumber: tonstat.com
Kegunaan TON
Biaya Transaksi: Toncoin digunakan untuk menutup biaya transaksi dalam jaringan TON. Biaya ini dibayar untuk setiap transaksi, baik itu mentransfer dari dompet Toncoin Anda ke yang lain, menarik dari exchange, atau melakukan jenis transaksi lain dalam ekosistem TON.
Staking di Proof-of-Stake: Jaringan TON menggunakan mekanisme konsensus proof-of-stake, di mana validator dan staker menggunakan Toncoin untuk mengamankan jaringan dan mendapatkan reward.
Pembayaran Layanan Terdesentralisasi: Toncoin dapat digunakan untuk pembayaran dalam layanan terdesentralisasi seperti TON Storage dan TON DNS/TON Proxy.
Governance: Toncoin memungkinkan anggota komunitas untuk memberikan suara pada proposal dalam kerangka governance TON.
Layanan Pembayaran: Toncoin digunakan dalam berbagai layanan pembayaran yang disediakan oleh aplikasi yang dikembangkan di platform TON. Contoh penting dari aplikasinya termasuk menggunakan Toncoin untuk membeli layanan Telegram Premium atau memperoleh nomor atau username Telegram anonim. Selain itu, memperoleh Toncoin sangatlah mudah: dapat dengan mudah dibeli di exchange dengan swap dengan aset crypto lain atau langsung dibeli menggunakan kartu kredit melalui aplikasi Gem Wallet. Fleksibilitas dalam akuisisi dan penggunaan dalam ekosistem TON menekankan utilitas dan aksesibilitas Toncoin.


